Sudah berapa sering kamu merasa
sepi, padahal lingkungan sekitar ramai, bahkan saat sedang berada di pesta. Pernah
tanyakan pada dirimu, karena apa?
Perasaan ini yang sekarang
melanda Rista, bukan karena sedang putus dengan doi, atau lagi bokek. semua ini
karena sobatnya Tomik.
Rista dan Tomik uda kenal dari
SMA, dan baru sekarang dia sering dengar Tomik cerita tentang seorang gadis.
Gadis ini namanya Nikta, Tom
kenal sewaktu lagi berlibur. sejak pulang dari situ, Tomik jadi lebih ceria.
dan sejak itu juga Rista merasa sepi...ada sebuah rasa kurang di hati.
Sebenarnya Nikta adalah seorang
gadis sederhana, dia lebih suka diam di rumah, beres2 dan main piano.
Saat dia
bertemu Tom, juga diluar dugaan. saat itu dia sedang bermain piano, dan tiba2
turun hujan, karena mamanya sedang melayani pembeli yang datang ke warung, dia
yang keluar angkat baju, padahal mamanya uda larang.
"Biarin Nik...tar kamu
sakit"
Tapi Nik tetap
melakukannya, saat itulah Tom sedang jepret2 asal. ternyata
dari yang asal jepret2 ini...dia mendapat foto seorang bidadari.
Senyuman manis Nik selalu yang
Tom ingat..meskipun banyak yang ga setuju, masih teringat beberapa komentar
teman2 nya...termasuk Rista, dan dari Nikta sendiri.
"kamu bisa
mendapatkan yang lebih baik"
"kamu masih bocah,
apa itu cinta...masih jauh 'tuk loe pahami...!!!"
"apa mata kamu ga
salah, masa dengan Nik..."
"Tom, saya tao kamu
tulus...tapi sungguh bukan saya yang cocok dan dampingi kamu"
Kalo di pikir-pikir, masih
banyak sekali kalimat dan nasehat yang tidak menyetujui Tom. namun begitulah
cara cinta bersemi. Sapa yang dapat katakan cinta itu putih, merah,
menyakitkan, menyayangi..hanyalah orang yang menjalani yang dapat jelaskan.
Tom setelah pertama kali
melihat Nik..langsung ke sem-sem (jatoh hati). karena rumah Nik buka warung
kecil, jadi tidak sulit bagi Tom untuk datang dan nongkrong disana, meski
sendiri dan main dengan kameranya.
Nikta, sewaktu kecil, pernah
jatuh. sejak saat itu punggungnya jadi bengkok, dia sering diketawai dan di
panggil " kura-kura ninja....."meski sedih, dia menpunyai seorang ibu
yang bijak, yang selalu mengajari dia semangat hidup ini lebih penting dari
apapun juga...Papanya sudah meninggal.
Sore itu Nikta seperti biasa,
main piano. Tom masuk ke ruangannya dan pura2 salah jalan
Nikta :" maaf mas...anda salah
ruangan"
Tomik :"oh...sori2..maaf saya
lihat di depan ga ada orang, dan hh...permainanya bagus non"
Nikta : "Thanks...silahkan
keluar"
"mama...mama...."
Tomik : "fine2....sante
non..."
"ngomong2 nama saya "Tom...ik"
"hei...sapa yang tanya
nama kamu bocah..cepat keluar" Teriak
mama Nikta
Tomik : "oopss..maaf
tante...saya tadi melihat di warung ga ada yang jaga"
Ma Nik : " ga
sopan..harusnya kamu bel..bukannya main masuk ke rumah orang"
Nikta :"uda mim...suruh
dia keluar dech..."
Itulah
acara pertemuan mereka yang pertama. Sejak saat itu Tom makin mikirin Nikta,
dan begitu juga dengan Nikta. dan Jodoh antara mereka mulai berjalan tanpa
mereka sadari.
Tom : "cuaca cerah
y...tumben kamu yang jaga warung? mau donk beli teh eco"
Nik : " yang dingin
ato biasa?" agak judes tapi senang melihat Tom
Saat Nikta, membalikkan
badannya untuk ambil teh eco, Tom seakan seperti tiang...cuma berdiri. Karena
dia baru mengetahui kalo punggung Nikta bengkok. namun dengan segera dia tutupi
rasa simpatinya.
Nik : "ini teh nya...1000
perak"
Tom : "thx y..."
Tom, duduk di warung sambil
minum teh, dan pikirannya masih teringat kepada Nik..terutama punggungnya. dan
bertanya pada Tuhan "bagaiman mungkin seorang gadis secantik ini diberikan
sakit seperti ini"
Setelah hari itu, Tom tidak
pernah muncul di warung. Nikta tambah murung, dan hanya bisa main piano. dia
hanya bisa katakan pada diri sendiri, hidup ini harus semangat. meskipun dihatinya
seperti ada sebilah pisau yang menyayat. tiap malam dia nanggis, saat mau pakai
baju dia minder, apalagi Tom sudah tidak pernah datang. Seiring berjalannya
waktu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun
dan perasaan ini dia kubur di hati terdalam.
Suatu sore ada sebuah mobil,
parkir di dekat warung Nikta, didalamnya duduk seorang pemuda. Pemuda ini
adalah Tomik. Setelah sore itu dia pulang,
karena perasaannya yang sedang kacau, saat menyetir tiba2 mobilnya menabrak pembatas
jalan.
Tomik buta sejak kejadian itu,
dan dia butuh waktu selama 5 tahun untuk mengobati matanya, namun masih kurang
bagus hasilnya. matanya tidak bisa melihat jauh.Waktu 5 tahun, dia lalui dengan
tidak mudah, hanya dengan satu tujuan..ingin melihat.
Meski
buta, namun hatinya selalu ingat senyuman dan alunan musik piano Nikta. Dengan
hati-hati, Tomik turun dari mobil dengan bawa tongkat, dia masuk ke warung yang
sudah menahan cintanya setelah bertahun-tahun.
Ma Nik : "mau beli
apa?"
Tom : "ada Nikta,
tante?"
Ma Nik : "kamu siapa, ada apa
cari anakku?"
Tom : "ada hal penting yang
perlu saya sampaikan langsung ke Nikta..tolong tante..."
"perasaan ini sudah saya
simpan bertahun-tahun...."
Nikta : "mim...sapa?"
Nikta panggil mamanya dengan sebutan mima. balikkan dari mami
Saat itulah sekali lagi mata
mereka bertemu lagi, setelah melewati hari demi hari, bulan demi bulan, tahun
demi tahun...tanpa terasa, air mata mengalir di pipi mereka masing2. Tom pun
berjalan mendekati Nikta, mamanya hanya bisa melihat.
Tom : "akhirnya kita
bertemu lagi, Nik. gimana kabarmu?"
Nik : " kenapa kamu
tega...datang dan pergi tanpa pamit...!"
Tom : "saya sangat
berterimakasih pada Tuhan, telah mendengarkan doaku, tidak membiarkan mataku
buta, meski buram. supaya saya tao, wanita tercantik, terindah, itulah dirimu
yang saya lihat"
Kamu ingin tao, kenapa lama
sekali sejak sore itu, baru hari ini saya datang lagi. Sore itu sejak melihat
punggung kamu, sakit hatiku. dan teriak pada Tuhan,kenapa gadis secantik dirimu
diberikan punggung yang bengkok. Dan Tuhan menjawab pertanyaan saya dengan
segera, mobil yang saya nyetir menabrak pembatas jalan, sejak itu mata saya
buta. butuh waktu 5tahun untuk mengobati. dan saya sadar, mengapa
kejadian ini perlu. Karena Tuhan ingin mata saya hanya melihat kamu saja Nikta. Mereka
pun berpelukan, larut dalam tanggisan yang sudah terpendam bertahun-tahun.
Semua orang yang mencari cinta,
tidak pernah tahu bagaimana rupa dan sifat pasangannya kelak. Jika Jodoh itu di
tangan Tuhan, Dia selalu punya cara untuk mengajarkan Cinta pada setiap insan.





















